Mesra dengan Mertua

October 12th, 2008 by sonnysetiawan

Sayang seribu sayang, Anda tak bisa memilih mertua seperti yang diinginkan. Ketika Anda jatuh cinta kepada seseorang, orangtuanya tetap satu “paket” dengan anaknya. Bagi banyak pasangan, hal ini bukanlah masalah dan mereka bisa baik-baik saja dengan mertuanya. Sementara yang lainnya merasa, mertua ibarat “monster” yang siap menerkam kapan saja.

Akar masalah dari tidak harmonisnya hubungan mantu-mertua, sebagian besar disebabkan perbedaan dalam hal pendidikan keluarga. Setiap keluarga punya nilai, tradisi, dan kebiasaan, mulai dari cara membesarkan anak hingga melakukan pekerjaan rumah, benar-benar sudah mendarah daging pada diri masing-masing.

Jadi, jika cara Anda dan keluarga mertua berbeda, tentu akan menimbulkan masalah. Agar hubungan menjadi baik dengan mertua, Anda dan pasangan harus bisa menunjukkan kesatuan pendapat. Memang sulit bertahan dalam mengikuti peraturan orangtua, tapi jika Anda berdua setuju dan saling mendukung, jalan akan mulus. Bekerja samalah dengan kemampuan komunikasi yang dimiliki.

Untuk banyak pasangan, berhubungan dengan mertua merupakan tantangan panjang dalam kehidupannya, tapi banyak juga pasangan lainnya berpendapat, hal ini mudah saja jika Anda tahu lebih baik bagaimana menghadapinya. Bagaikan peristiwa dalam kehidupan seperti memiliki bayi atau pindah rumah, yang akan menambah masalah, tapi dengan cinta kasih yang tulus dan pengertian, masalah yang timbul bisa dijadikan kesempatan untuk lebih saling mendekatkan diri. Hidup dalam keluarga besar bisa menjadi sangat luar biasa bermanfaat. Jadi, usaha yang Anda jalankan benar-benar berharga.

Aline

Minggu, 12 Oktober 2008 | 13:41 WIB dari http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/12/13412168/Mesra.dengan.Mertua.

Sebuah Mitos Yunani Pada Jaman Besi

January 26th, 2008 by sonnysetiawan

Seiring dengan pergantian generasi, mereka berkembang  kearah yang lebih buruk. Suatu saat, ketika mereka berkembang sedemikian jahatnya hingga mereka memuja kekuatan, kebenaran bagi mereka dan penghormatan terhadap kebaikan takkan ada lagi.

Pada akhirnya, manakala manusia tidak lagi marah terhadap pelanggaran atau tidak lagi malu terhadap pelanggaran atau tidak lagi malu terhadap hal yang memalukan, Zeus akan membinasakan mereka.

Berdebat

November 19th, 2007 by sonnysetiawan

Berdebat adalah suatu konflik dari pendapat-pendapat yang teguh. Berdasarkan aturan main perdebatan, pendapat anda akan terbukti benar jika anda berhasil mendiskreditkan pendapat-pendapat yang berseberangan. Anda bahkan tidak perlu membuktikan bahwa pendapat-pendapat tersebut salah; hanya dengan mentertawakan atau mendiskreditkan orang yang menyampaikannya, anda mungkin akan mampu mempengaruhi orang lain untuk menerima pendapat anda.

Lebih Tahu

November 3rd, 2007 by sonnysetiawan

Orang tampaknya selalu merasa lebih tahu, bagaimana orang lain seharusnya menjalani hidup, tapi mereka tidak tahu bagaimana seharusnya menjalani hidup sendiri.

- Paulo Coelho
  "the alchemist"

quotes

October 4th, 2007 by sonnysetiawan

Waktu latihan, perbanyak hukuman - sedikitkan pujian.
Waktu perang, perbanyak pujian - sedikitkan hukuman.

-Sun Tzu

Ia

September 29th, 2007 by sonnysetiawan

Ia ingin hidup benar.

Ia memilih mengikuti satu pola pikir.
Ia menjadi fanatik.
Menurutnya tidak ada pola pikir lain yang lebih baik dari pada yang ia pilih.

Ia melihat hidup orang lain.
Ia melihat orang lain juga hidup benar, tapi bukan dengan pola pikir yang sama.
Ia melihat orang lain hidup bebas.
Ia melihat orang lain tidak terkekang.
Ia sendiri terkekang dengan pola pikirnya.
Tapi ia malu mengakuinya.
Malu mengakui kalo ia mulai iri.

Karena Ia tak tahan terkekang sendirian,
Ia kumpulkan orang-orang yang punya pola pikir yang sama.
Meski ia sebetulnya tahu, pola pikir dirinya dan teman-temannya adalah minoritas.
Ia tumbuhkan rasa benci.
Ia tularkan.
Ia bangkitkan amarah.
Ia hakimi orang lain yang tidak sama.
Ia menang.

……

Dan ia menyesal pada akhirnya.

Menjadi Orang Tabah

September 7th, 2007 by sonnysetiawan

Ketabahan hati, keteguhan hati, atau hardiness adalah; komitmen yang kuat terhadap diri sendiri, sehingga dapat menciptakan tingkah laku yang aktif terhadap lingkungan dan perasaan bermakna yang menetralkan efek negatif stress. Atau dengan istilah lain, orientasi optimistis terhadap hal-hal yang menyebabkan stress.

Ada 3 komponen dalam ketabahan hati :
1. Kontrol
    Keyakinan bahwa individu dapat mempengaruhi atau mengendalikan apa saja yang terjadi dalam hidupnya.
Ada 4 komponen pembentuk : a) ketrampilan untuk membuat keputusan yang baik, b) otonomi diri dan perasaan adanya pilihan yang dapat diambil, c) melihat peristiwa stress sebagai bagian kehidupan, d) motivasi berprestasi sesuai tujuan.
2. Komitmen
    Keyakinan bahwa hidup ini bermakna dan memiliki tujuan.
Ada 4 komponen pembentuk : a) ketertarikan dan keingintahuan tentang hidup, b) keyakinan dan ketahanan diri, c) kerelaan untuk mencari bantuan dan dukungan sosial, d) kemampuan mengenali nilai-nilai pribadi dan tujuan.
3. Tantangan
    Keyakinan bahwa hal-hal yang sulit dilakukan atau diwujudkan adalah sesuatu yang umum terjadi dalam hidup, dimana pada akhirnya akan datang juga saat hal-hal tersebut akan terwujudkan.
Ada 4 komponen pembentuk : a) pendekatan yang fleksibel terhadap orang lain atau kondisi tertentu, b) memandang segala sesuatu positif dan optimis, c) kerelaan mengambil resiko yang membangun, d) penghargaan dan penerimaan atas diri sendiri yang unik  sebagai suatu berkah.

sumber  : Tabloid Gaya Hidup Sehat edisi 425

quotes

June 28th, 2007 by sonnysetiawan

Dsc01000
Konsep perdagangan orang cina tidak sama dengan dengan konsep perdagangan orang dari bangsa lain. Orang  cina tidak suka "makan" atau mencari untung sendiri. Mereka tidak dianjurkan meraup semua keuntungan dan kekayaan . Sebaliknya jika perlu, mereka berbagi semua keuntungan dengan pedagang lain. Mereka juga memikirkan orang lain. Sebab tidak ada pedagang yang dapat hidup seorang diri.

Konsep perdagangan orang cina lebih berdasarkan pada prinsip simbiosis. Yaitu, setiap pedagang saling melengkapi. Mengikuti prinsip ini, bila ada pedagang yang menjual barang-barang kecil, pedagang lain akan menjual pakaian dan keperluan yang lain.  Agar perdagangan barang-barang kecil itu bisa hidup, orang cina yang lain akan  membuka restoran dikawasan yang berdekatan letaknya. Semua bahan diperoleh dari toko-toko yang ada didekatnya. Dengan demikian, perdagangan dikawasan itu akan berkembang pesat karena  terwujud sikap saling membantu  dan saling mendukung yang kuat dikalangan  para pedagang itu.

Sering sekali pedagang dari bangsa lain berdagang barang yang sama dikawasan yang sama. Jika ada yang menjual kue, keesokan harinya akan bermunculan toko-toko lain yang menjual kue. Konsep perdagangan ini tidak menguntungkan dan menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Akhirnya, bahkan semua terpaksa gulung tikar ataupun berganti jenis perdagangan. 

—dari buku Konsep Bisnis Orang Cina tulisan Ann Wan Seng / Mizan 2007

Bersyukur

June 23rd, 2007 by sonnysetiawan

Cinta dan syukur. Mana yang harus diutamakan?
Masaru Emoto menjatuhkan pilihan pada sikap syukur.

Menurutnya, cinta karena sifat aktifnya (cinta baru berarti bila ada tindakan nyata) kadang bisa membuat orang kebablasan. Cinta terhadap seseorang misalnya. Karena saking cintanya, seseorang bisa menjadi begitu posesif. Ini malah membuat orang yang dicintainya terluka. Cinta terhadap agama, bila kebablasan bisa memunculkan fanatisme yang berlebihan.

Namun, bersyukur, bersifat lebih pasif. Resiko yang merugikan orang lain lebih minim. Kita malah bisa berbahagia lebih lama bila bersyukur atas apa yang telah dimiliki dan apa yang tidak kita miliki. Bersyukur adalah mengekang diri dan membiasakan diri untuk berkata "cukup" atas apa yang bisa kita nikmati (yang sementara orang lain belum tentu bisa ikut memiliki). Bersyukur berarti kita mendudukkan pencipta alam semesta pada tingkat yang tertinggi. Karena adalah kehendaknya yang terjadi atas kita, dan kehendak yang boleh terjadi kepada kita menunjukkan betapa dekatnya hubungan kita dengan pencipta. Dan ketika kita memiliki hubungan yang dekat ini dengan sang pencipta semsta alam sendiri, apa lagi yang kita khawatirkan dalam hidup.

Bagi orang Kristen Doa Bapa Kami yang didoakan tiap hari secara gamblang menggambarkan sikap syukur ini.

Gereja Katolik dan Ilmu Pengetahuan

May 12th, 2007 by sonnysetiawan

200pxsan_pietro_basilica
Para ahli sejarah ilmu pengetahuan, termasuk yang bukan beragama Katolik seperti J.L. Heilbron, Alistair Cameron Crombie, David C Lindberg, Edward Grant, Thomas Goldstein, dan Ted Davis, berpendapat bahwa Gereja Katolik memiliki pengaruh positif yang penting terhadap perkembangan peradaban. Mereka yakin bahwa, bukan saja para biarawanlah yang menyelamatkan dan membudidayakan the remnants of peradaban kuno selama invasi-invasi kaum barbar, melainkan juga bahwasanya Gereja Katoliklah yang mendorong pembelajaran dan ilmu pengetahuan melalui dukungannya terhadap banyak universitas yang, di bawah kepemimpinannya, bertumbuh cepat di Eropa pada abad ke-11 dan ke-12.

St. Thomas Aquinas, "teolog model" Gereja Katolik, tidak saja berpendapat bahwa akal budi itu bersesuaian dengan iman, beliau bahkan mengakui bahwa akal budi dapat berkontribusi bagi pemahaman wahyu Illahi, dan dengan demikian mendorong perkembangan intelektual. Para imam-ilmuwan Gereja Katolik, yang kebanyakan adalah para Yesuit, dan yang merupakan para pelopor dalam ilmu astronomi, genetika, geomagnetisme, meteorologi, seismologi, and fisika matahari, menjadi "bapak-bapak" ilmu-ilmu pengetahuan tersebut. Perlu kiranya untuk disebutkan di sini, nama-nama para rohaniwan Katolik semisal Abbas Ordo St. Agustinus Gregor Mendel (pelopor dalam studi genetika) dan pastur Belgia Georges Lemaître (orang pertama yang mengedepankan teori Big Bang).

Kenyataan ini merupakan suatu kebalikan dari pandangan yang dipertahankan oleh beberapa filsuf abad pencerahan, bahwa doktrin-doktrin Gereja Katolik bersifat tahayul dan menghalang-halangi kemajuan peradaban.

Salah satu contoh terkenal yang diajukan oleh para kritikus tersebut adalah Galileo Galilei, yang pada tahun 1633, dikutuk karena berpegang teguh pada ajaran jagad raya yang heliosentris (jagad raya berpusat pada matahari), teori yang pertama kali dicetuskan oleh Nicolaus Copernicus, seorang imam Katolik. Setelah bertahun-tahun diinvestigasi, berkonsultasi dengan Paus, berjanji kemudian dilanggar oleh Galileo sendiri, dan akhirnya suatu pengadilan oleh Tribunal Inkuisisi Romawi dan Universal, Galileo didapati "dituduh sebagai bidaah" - bukan bidaah, sebagaimana yang seringkali secara keliru disebut-sebut. Meskipun ilmu pengetahuan moderen membuktikan bahwa dua dari empat thesis ilmiah yang dikedepankan oleh Galileo sebenarnya keliru, yakni bahwasanya Matahari adalah pusat jagad raya, dan bahwasanya Bumi mengitari Matahari dalam orbit berbentuk lingkaran sempurna, Paus Yohanes Paulus II secara terbuka mengungkapkan penyesalan atas tindakan-tindakan orang-orang Katolik yang memperlakukan Galileo dengan buruk dalam pengadilan pada tanggal 31 Oktober 1992.

Kardinal John Henry Newman, pada abad ke-19, berkata bahwa orang-orang yang menyerang Gereja Katolik hanya mampu menunjukkan kasus Galileo, yang bagi banyak sejarawan tidaklah membuktikan adanya oposisi Gereja terhadap ilmu pengetahuan karena justru banyak rohaniwan Katolik pada masa itu yang didorong oleh Gereja untuk meneruskan penelitian mereka.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Gereja_katolik